Ramok Lakoro

March 7th, 2012  |  Published in What People Are Saying...

Saya memahami DIY sebagai ruang dialog yang intens antar pelaku ekonomi kreatif di Surabaya dengan meletakkan terlebih dahulu sekat-sekat, -komunitas, latar belakang, preferensi gaya, aliran, generasi atau mazhab favorit, – yang terbangun oleh keadaan. Ketika sekat tersebut luruh, setiap gagasan akan bertransaksi dengan gagasan lain dengan cara yang berkesan. Kesan paling kuat adalah bahwa sesungguhnya ada kerinduan untuk berdialog panjang lebar dan sawang sinawang antar pelaku ekonomi kreatif, yang bisa jadi kronik-kronik pemikirannya tergerus rutinitas bekerja (bahkan kerja kreatif bisa begitu membosankan :D). Bagi saya, DIY bisa jadi peluang untuk menggiring Surabaya ke peta ekonomi kreatif yang lebih diperhitungkan, atau setidaknya akan menjadi gerakan untuk membangun tradisi baru bagi komunitas-komunitas kreatif di Surabaya.

Your Responses