Zine//Picnic & Market

October 30th, 2011  |  Published in Events, Fun Times  |  2 Comments

Tak terasa Design It Yourself hampir berakhir.  Menutup rangkaian acara yang menyenangkan ini, kami mengundang teman-teman untuk bergabung dalam acara-acara menarik di hari penutupan, DIY Market & Zine//Picnic.

Minggu, 30 Oktober 2011, pk. 11.00 – 21.00
C2O Library, Jl. Dr. Cipto 20
Surabaya 60264 Indonesia

DIY Market : Made & Trade

Local crafts & designs, secondhand trinkets: Pakaian, Aksesoris, Poster, Buku, Majalah, Perabot Elektronik dan Rumah Tangga, Botol Miras Impor, Kaset, CD, dan produk asik lainnya.

Oleh: Nurify Gadisgelap, Surabaya Fashion Carnival, Poystories, Maritjee, Nitchii, Ike Herdiana, dan Doddy Ach Z.
+ Performance by DJ Arianne

DIY Picnic

Make Scene, Make Zine.

Bergabung dalam ZINE // PICNIC di Perpustakaan C2O dan temui teman-teman zine-makers untuk piknik (potluck–bawa makanan ya!), bertukar dan berbagi zine, juga mengikuti workshop membuat zine.

Mari berbagai makanan, inspirasi, juga proses pembuatan zine.
Gratis dan terbuka untuk umum.

MORE INFO : anithasilvia@gmail.com


Minggu, 30 Oktober 2011.  zine//picnic adalah acara perdana mengenai zine yang diselenggarakan oleh c2o library, sebagai bagian dari rangkaian acara Design It Yourselfzine//picnic adalah suatu pertemuan antara zine maker dan penikmat zine dengan menggunakan konsep piknik. Aik (Subchaos) datang tepat waktu, sebelumnya kami cukup khawatir bahwa kawan-kawan zine maker akan datang terlambat karena acaranya terbilang pagi karena ini akhir pekan. Menyusul datang banyak kawan dari Manazine, Seize, JMAA, Ultrassafinah, yang memiliki benang merah yaitu zine religius Islam. Nita Darsono dan Bembi datang membawa pudding. Kami akan berpiknik di dalam c2o library, di halaman masih sangat terlalu panas, padahal Bembi sudah siap dengan kostum piknik andalannya celana kolor! Dan kawan-kawan lain pun berdatangan, dan piknik dimulai! Potluck cukup gagal karena hanya sedikit yang membawa makanan, Nita membawa pudding, Tinta membawa sandwich ganja (daun basil yang terlihat seperti ganja), Novielisa membawa pisang dan mangga, Kathleen menyediakan air es dan popcorn!

Dalam scene underground, zine sebagai salah satu media alternatif dipakai secara efektif untuk membahas isu  dan distribusi informasi dalam scene tersebut. Sampai sekarang  zine tetap efektif meskipun zine fisik (fotokopian) berkurang digantikan dengan webzine (zine berbasis website) dan zine berbasis social media (tumblr). Di Indonesia, zine akrab dikenal sebagai media perlawanan terhadap media mainstream dan dalam perkembangannya mulai hadir personal zine dengan tema-tema yang tidak bermaksud melakukan perlawanan melainkan lebih “bersenang-senang”.  Dan zine tidak hanya milik scene underground, semua komunitas dan semua orang bisa menggunakan zine sebagai media untuk mendistribusikan informasi dan gagasan dengan biaya yang murah dan sebagai ekspresi kreatifitas.

Mungkin zine//picnic adalah peristiwa langka dimana zine “religius” bertemu dengan zine “sekuler”. zine//picnic juga menjadi momentum kebangkitan zine di Surabaya. Zine di Surabaya muncul sekitar tahun 1996 dengan kelahiran Subchaos, zine kolektif dengan tema hardcore/punk yang dibuat oleh Aik bersama kakak kandungnya namun tenggelam pada tahun 2001 saat Aik memutuskan membuat Subchaos #8 sebagai edisi perpisahan. Pada tahun 2006, Bembi menerbitkan KurangXajaR, hanya tinggal dia seorang yang membuat zine dalam scene hardcore/punk.

Gelombang kedua sekitar tahun 2000 muncul beberapa zine dari scene musik indie-pop seperti Pool CatIki, dan menyusul Mellonzine, tapi tenggelam pada tahun 2006.

Bisa dibilang bahwa zine//picnic menjadi penanda gelombang ketiga pergerakan zine di Surabaya dengan kelahiran 11 zine yaitu Sometimes I Do Mind The AnimalscoretmoretBotolDumbmain(k)anKremiAligator,KHAAKTropical RembulanHelloworldSunshine, dan peluncuranSubchaos #9, Halimun #6, dan kurangXajar #4. Juga di-share-kan beberapa edisi SA’IManazineSeizeUltrassafinahJMAA, dan Katalis. Benar-benar kejutan, total 19 zine!

Rasa senang akan membuat zine dan ingin berbagi kepada siapa saja menjadi pendorong kawan-kawan untuk memproduksi zine dengan tema yang beragam. Acara zine//picnic dimulai dengan masing-masing partispan mendeskripsikan zine yang dibuatnya.

Novielisa membuat Sometimes I Do Mind The Animals, zine dengan tema hewan, tulisan mengenai hewan piharaan yang mati mengenaskan, komik tentang babi yang marah-marah, dan visual binatang di tempat-tempat yang janggal. Nita Darsono menaruh tagline di zine-nya coratmoret, “make zine make scene”. CORETMORET menampilkan ilustrasi resep irish coffee, komik tentang anak perempuan yang memiliki lengan yang sangat panjang, dan berita kehilangan Louie, kucing kesayangan Nita, coratmoret sangat menggemaskan! Pinkan Victorien memamerkan “botol”, zine dengan format kertas A3 yang dilipat sedemikian rupa menjadi format booklet, tampil penuh satir tapi tetap manis dengan gambar botol-botol yang memparodikan fenomena kehidupan sehari-hari seperti gambar “botol yang ditukar”, “simpan masalahmu dalam botol”, “pesan dalam botol”.

Dumb dibuat oleh Oble, dia menampilkan diary visual, dengan memakai kertas A4 dilipat menjadi ukuran  A6, visual yang dipamerkan menjadi berarti bagi kawan-kawan yang lain setelah Oble mendeskripsikan visual yang ia buat. Young Kadeer dan Juve Sandy berkolaborasi membuat “main(k)an”, zine yang bermain dengan mainan anak-anak dan dewasa, sangat menyenangkan memainkan main(k)an. Kremi adalah personal zine milik Rici Alric yang juga adalah kolektor zine. Rici banyak membuat komik satu halaman yang kebanyakan adalah kritik sosial, dan memamerkan diary grafis bulan madu ke Yogyakarta bersama sang istri. Rici juga mengkampanyekan “making zine oya usah isin isin”.

Aligator, zine karya Arti Pijar yang juga aktif di Kinetik—komunitas video documenter—memajang tulisan-tulisan yang ia”curi”, dia hanya meng-copy paste tulisan orang lain tanpa mencantumkan kredit, Aligator menjadi kritik social terhadap fenomena plagiat di era modern. KHAKK adalah personal zine milik Eko Ende yang juga aktif di Kinetik, dalam KHAAK dia menampilkan kegiatannya selain menjadi mahasiswa yaitu Naik Delman (proyek musik elektroniknya bersama Young Kadeer) dan KNTK TV (salah satu program Kinetik). Sunshine adalah zine karya Bagus Priyo yang tampaknya masih malu-malu untuk mengeksplorasi dunia musik shoegaze.

Tropical Rembulan menjadi zine yang paling diminati karena Redi Murti dan N’jet membuat Tropical Rembulan menjadi media kampanye sosial pembentukan kesadaran para ibu rumah tangga dan anak-anak dengan slogan “makan masakan mama”. Tropical Rembulan menampilkan artikel tentang nutrisi otak, resep kue sus fla buatan Mama Murni (ibunda Redi), anjuran untuk menjaga kebersihan dapur dan mengganti vetsin dengan bumbu tradisional. Redi dan N’jet juga menampilkan lirik Blues of Lyli – Oppie Andarista. Tropical Rembulan ditup dengan manis dengan gambar anak lelaki yang sehat yang berkata “fuck micin”. Helloworld adalah produk dari Iyan Fabian, yang menggunakan bermacam media, salah satunya zine. Edisi perdana Helloworld menyajikan tulisan terjemahan “Hidupi Hidupmu : Manifesto Individualis” dan “The Nine Unknown Man”.

Subchaos #9 menjadi bahasan yang cukup sensitif karena Aik sang empunya zine melakukan perubahan besar-besaran terhadap imageSubchaos. Aik secara gamblang men-share-kan informasi dan gagasan ke-islam-an dalam Subchaos #9. Aik mengambil tema “out of step” yang terinspirasi saat Minor Threat mencetuskan gerakan Straight Edge. Aik menawarkan pemikiran alternative kepada komunitas hardcore/punk.KurangXajaR #4 karya Bembi menjadi kompilasi tulisan-tulisan yang tidak sempat diterbitkan, jadi ini memang kebangkitan! Bembi memakai kacamata situonis internasional dalam memilih tema: gaya hidup manusia modern yang membosankan. Halimun #6 yang dibuat oleh Anitha Silvia merupakan kompilasi diari perjalanan liburan lebaran tahun 2011 dengan 24 partisipan. Halimun mengkhususkan pada diary perjalanan dengan berbagai tema dan destinasi yang tidak terduga.

Yang juga berbeda dalam zine//picnic adalah kehadiran beberapa zine “religius” yang diproduksi oleh unit kegiatan mahasiswa kerohanian Islam Institut Teknologi Sepuluh November. Pertama adalah SA’I dimana Aik Subchaos menjadi project manager. SA’I sudah mencapai edisi ke-10 dan baginya zine adalah media jihad. Sama halnya dengan Ultras-Safinah,ManazineSeize, dan JMAA. Keempat zine tersebut juga memakai zine sebagai media dakwah, diterbitkan oleh beberapa lembaga dakwah kampus di ITS. Manazine diterbitkan oleh Jama’ah Masjid Manarul ‘Ilmi (JMMI) ITS, Ultras-Safinah oleh Lembaga Dakwah Jurusan (LDJ) As Safinah Teknik Perkapalan ITS. JMAA diterbitkan oleh Jama’ah Masjid Al Azhar dan SEIZE Zine oleh Kajian Islam Sistem Informasi ITS.

Acara berlangsung dari pk. 11.00 – 16.00.  Dari zine//picnic dapat dilihat bahwa zine tidak hanya milik scene underground, semua orang bisa membuat zine dengan tema apapun, zine merupakan media alternatif yang demokratis, semua orang bebas men-share-kan ide, pemikiran, argumentasi, dan apapun.

Zine//picnic menghasilkan kompilasi zine yang bertajuk sama dengan nama acara yaitu zine//picnic compilation, anda bisa mengunduhnya secara gratis dan legal melalui link dibawah ini .
http://www.archive.org/details/ZinepicnicCompilation (160mb)

zine//picnic compilation :

  • Aligator – Arti Pijar
  • Botol – Pinkan Victorien
  • CORATMORET – Nita Darsono
  • Dumb – Rizky Juniartama
  • Halimun #6 – Anitha Silvia
  • Helloworld – Iyan Fabian
  • JMAA – Anom
  • KHAAK – Eko Ende
  • Kremi – Rici Alric
  • KurangXajaR #4 – Bembibum Kusuma
  • main(k)an – Young Kadeer & Juve Sandy
  • Manazine
  • SA’I #10
  • Seize
  • Sometimes I Do Mind The Animals – Novielisa
  • Subchaos #9
  • Sunshine – Bagus Priyo

2 Responses

Feed Trackback Address

Your Responses

Featuring

Novie Elisa
VJ Subsidiary
Nita Darsono
Nitchii & BRAngerous
Pinkan Victorien
VJ Poystories